Mau Tahu 5 Jenis Amplifier? Simak Ulasannya Di sini!

Kegiatan instalasi listrik selalu membutuhkan penguat daya (amplifier). Bentuk dari penguat ini berupa rangkaian dengan komponen tertentu untuk memberikan kekuatan optimal. Biasanya berhubungan dengan sinyal suara. Sinyal ini dalam pembentukannya terdiri dari input dan output. Penguat berfungsi menyeimbangkan arus masuk dan tegangan pada saat input. Dengan harapan memperoleh output arus dan tegangan yang lebih besar.

Jenis Amplifier Berdasarkan Kapasitasnya

Umumnya sebuah sinyal listrik yang dihasilkan oleh input berukuran sangat kecil, bisa dalam satuan milivolt ataupun microcvolt. Kecilnya kekuatan yang dihasilkan, sangat diharuskan menggunakan penguat daya(amplifier). Dengan alat ini sinyal suara yang dihasilkan dari sumber arus dan tegangan besar, dalam ukuran watt. Kekuatannya dapat mencapai puluhan, ratusan, sampai ribuan watt. Kontraktor listrik dalam menggunakan amplifier, selalu disesuaikan dengan jenisnya. Jenis penguat daya dibagi menjadi beberapa kelas. Ulasannya sebagai berikut:

1. Penguat Daya Kelas A

Jenis atau kelas yang pertama ini bisa dikatakan paling sederhana. Jasa instalasi listrik biasanya menggunakan penguat jenis ini. Selain umum dipakai, penguat ini termasuk dalam jenis yang terbaik. Paling banyak dipilih karena distorsi dari sebuah sinyal sangat efisien. Dengan level rendahnya mampu menguatkan arus dan tegangan dengan optimal.

Sistem transistor untuk kelas A ini termasuk dalam kategori single. Sebagai contoh: bipolar, FET, IGBT. Transistor ini kemudian berkonfigurasi dengan emitor bersama. Kelas A ini mempunyai tingkat efisiensi lumayan yakni berada pada titik 25% sampai dengan 50%.

2. Penguat Daya Kelas B

Jenis Amplifier kedua ini berfungsi untuk meredam pemanasan berlebih. Tingkat efisiensi kelas B ini sangat tinggi. Jika dihitung berdasarkan persentase. Penguat ini memiliki nilai sebesar 78,5 %. Efisiensi yang tinggi disebabkan oleh penggunaan setengah gelombang saja. Sedangkan sisa gelombang lainnya berfungsi untuk peredam.

3. Penguat Daya Kelas AB

Penguat Daya Kelas AB

Sesuai dengan namanya, jenis yang ketiga merupakan kombinasi. Kombinasi unik dari gabungan penguat daya kelas A dan B. Sehingga pengoptimalan kinerja amplifier untuk memperbesar arus serta tegangan bisa tercipta. Kelebihan lainnya pada kinerja Amplifier ini. Keseimbangan titik kinerja tercapai, yakni berada pada kelas A dan kelas B. Dengan keseimbangan ini, maka kelas AB mempunyai kinerja yang tidak distorsi seperti kelas A. Sedangkan daya yang dihasilkan kelas AB ini lebih tinggi daripada kelas B. Kalau dikalkulasikan ke dalam persentase nilainya berada pada 25% sampai dengan 78,5%.

4. Penguat Daya Kelas C

Tingkat efisiensi daya amplifier kelas C sangat tinggi. Tingginya efisiensi jenis ini, membuat kontraktor listrik sering menggunakan untuk pemancar, serta piranti komunikasi lainnya. Jenis frekuensinya dikategorikan dalam gelombang radio. Persentase dari efisiensi dayanya mencapai 90%.

5. Penguat Daya Kelas D

Meskipun bagi orang awam terdengar aneh. Sistem penguat daya untuk kategori ini memakai pulsa. Atau orang teknik menyebutnya dengan sebutan Pulse Width Modulation (PWM). Tingkat efisiensi daya berkisar antara 90% sampai dengan 100%. Efisiensi yang tinggi ini dipengaruhi oleh lebar pulsa dengan proporsi sebanding terhadap sinyal input. Kemampuan inilah yang mampu untuk memindahkan transistor on dan off. Sistem penggerakan ini dipengaruhi oleh lebar dari PWM.

Penerapan 5 jenis amplifier ini dikondisikan dengan piranti yang akan disambungkan. Dengan menggunakan jasa instalasi listrik handal dan terpercaya. Pekerjaan pemasangan akan tepat sasaran, tidak membuang waktu, sesuai anggaran yang tersedia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *